| Tanggal Rilis | : | 16 Juli 2018 |
| Ukuran File | : | 0.849712 MB |
Abstraksi
Jumlah penduduk miskin diNusa Tenggara Barat pada Maret 2018 mencapai 737,46 ribu orang (14,75 persen).Jika dilihat dalam periode September 2017 - Maret 2018, jumlah penduduk miskinberkurang 10,66 ribu orang (0,30 persen).Selama periode September 2017- Maret 2018, secara absolut penduduk miskin di daerah perkotaan meningkat sekitar1,83 ribu orang (dari 368,55 ribu orang pada September 2017 menjadi 370,38 ribuorang pada Maret 2018), sebaliknya di daerah perdesaan penduduk miskinberkurang sebanyak 12,49 ribu orang (dari 379,57 ribu orang pada September 2017 menjadi 367,08 ribu orang pada Maret 2018). Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar16,23 persen, turun menjadi 15,94 persen pada Maret 2018. Sementara pendudukmiskin di daerah perdesaan turun dari 14,06 persen pada September 2017 menjadi 13,72persen pada Maret 2018. Peranan komoditi makananterhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukanmakanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Ini terjadi baik di perkotaan maupunperdesaan. Pada Maret 2018, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap GarisKemiskinan sebesar 73,98 persen untuk perkotaan dan 76,32 persen untukperdesaan. Pada periode September 2017 - Maret 2018, Indeks Kedalaman Kemiskinan(P1) di perkotaan maupun di perdesaanmengalami peningkatan. Untuk perkotaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) meningkatdari 3,001 pada September 2017 menjadi 3,241 pada Maret 2018. Untuk perdesaan,Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) meningkat dari 2,316 pada September 2017 menjadi2,448 pada Maret 2018. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran pendudukmiskin di perkotaan maupun di perdesaan cenderung menjauh dari GarisKemiskinan. Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaanmaupun perdesaan juga mengalami peningkatan. Untuk perkotaan, Indeks Keparahan(P2) meningkat dari 0,762 pada September 2017 menjadi 0,905 pada Maret 2018.Untuk perdesaan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) meningkat dari 0,522 padaSeptember 2017 menjadi 0,601 pada Maret 2018. Dengan meningkatnya P2 berartikesenjangan diantara penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan semakin melebar.