Luas Panen dan Produksi Padi di Nusa Tenggara Barat 2025 - Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat

Anda memiliki keluhan mengenai layanan kami? Laporkan langsung ke SP4N Lapor

Berikan Penilaian Tentang Layanan Kami di SKD2026

Pembangunan Wilayah Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat

Beranda

Produk - Publikasi

Luas Panen dan Produksi Padi di Nusa Tenggara Barat 2025

Luas Panen dan Produksi Padi di Nusa Tenggara Barat 2025

Nomor Katalog : 5203031.52
Nomor Publikasi : 52000.26024
ISSN/ISBN : 
Frekuensi Terbit : Tahunan
Tanggal Rilis : 3 September 2026
Bahasa : Indonesia
Ukuran File : 21.48 MB

Abstraksi

Tersedianya data pertanian yang tepat waktu dan akurat merupakan fondasi untuk dapat mewujudkan kebijakan pertanian yang tepat sasaran. Sejak tahun 2018, BPS berkolaborasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang sekarang bergabung menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional  Kementerian ATR/BPN), serta Badan Informasi Geospasial (BIG) berupaya memperbaiki metodologi penghitungan luas panen padi melalui penerapan objective measurement dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta ketersediaan citra satelit resolusi tinggi. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam suatu kegiatan yang bertajuk “Pendataan Statistik Pertanian Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode Kerangka Sampel Area (KSA)” atau lebih dikenal dengan Survei KSA. Pelaksanaan Survei KSA untuk komoditas padi mulai diimplementasikan secara nasional pada tahun 2018. Pengamatan lapangan Survei KSA dilakukan pada 7 (tujuh) hari terakhir setiap bulan. Berdasarkan hasil Survei KSA, pada tahun 2025, luas panen padi mencapai sekitar 322,90 ribu hektare atau mengalami kenaikan sebesar 41,18 ribu hektare (14,62 persen) dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, produksi padi tahun 2025 yaitu sebanyak 1,71 juta ton gabah kering giling (GKG). Jika dikonversikan menjadi beras, produksi beras tahun 2025 mencapai sekitar 973,14 ribu ton, atau mengalami kenaikan sebanyak 145,36 ribu ton (17,56 persen) dibandingkan dengan produksi beras tahun 2024. Selain menghasilkan estimasi luas panen, Survei KSA juga memberikan gambaran terkait fase amatan padi lainnya, seperti luas fase vegetatif awal, vegetatif akhir, generatif, potensi gagal panen, luas lahan pertanian yang diberakan, serta luas lahan pertanian yang ditanami tanaman selain padi.
Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat

(BPS-Statistics of Nusa Tenggara Barat Province)

Jl. Dr. Soedjono No. 74 Kelurahan Jempong Baru

Kecamatan Sekarbela Kota Mataram

Nusa Tenggara Barat 83116

Telpon: (62-370) 621385

Whatsapp (chat): 6281999952002

Mailbox: [email protected]

logo_footer

Government Public Relation

Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik