| Tanggal Rilis | : | 4 Juni 2018 |
| Ukuran File | : | 0.515101 MB |
Abstraksi
Penghitungan Nilai Tukar Petani menggunakan tahun dasar 2012=100 dimanapada bulan Mei 2018 tercatat Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 108,54; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 83,15;Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 93,62; Nilai Tukar PetaniPeternakan (NTPT) 124,26 dan Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) 106,19. NilaiTukar Petani Perikanan (NTNP) dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap (NTN)tercatat 114,59 dan NTP PerikananBudidaya (NTPi) tercatat 92,61 Secaragabungan, Nilai Tukar Petani Provinsi NTB sebesar 106,69 yang berarti NTP bulan Mei 2018 mengalami peningkatan0,61 persen biladibandingkan dengan bulan April 2018 dengan Nilai Tukar Petani sebesar 106,04 persen.Nilai Tukar Usaha Pertanian(NTUP) bulan Mei2018 sebesar 115,77 atau meningkat 0,58 persen dibandingkan dengan bulan April 2018 sebesar 115,09 persen. Sebagian besar NTUP bernilai di atas 100kecuali untuk subsektor hortikulturayang hanya sebesar 93,60 persen. NTUP sub sektor lainnya masing-masing sebagaiberikut : Peternakan (137,39); Tanaman Pangan (113,58); Perikanan (115,59); danTanaman Perkebunan Rakyat (105,75). Dari 33 Provinsi yang dilaporkan pada bulan Mei 2018,terdapat 22 provinsi yang mengalami peningkatan NTP dan 11 provinsi mengalami penurunan NTP. Peningkatan tertinggi terjadi di ProvinsiSulbar yaitu sebesar 2,23 persen,sedangkan penurunan NTP tertinggi terjadidi Provinsi Riau yaitu sebesar (1,92)persenPada bulan Mei 2018, terjadi inflasi di daerah perdesaan diProvinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 0,12 persen. Inflasi disebabkan karena terjadinya peningkatan IndeksKonsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada semua kelompok pengeluaran kecuali Kelompok Bahan Makanan turun sebesar (0,03) persen,sedangkan sub kelompok yang lain mengalami peningkatan yaitu Kelompok MakananJadi sebesar 0,38 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,32 persen, KelompokPerumahan sebesar 0,27 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,19 persen, KelompokPendidikan, Rekreasi dan Olah Raga sebesar0,07 persen dan Kelompok Transportasi dan Komunikasi sebesar 0,04 persen.