Siswa MA Pesantren Sayang Ibu Belajar Langsung Inflasi di BPS NTB - News and Press Release - BPS-Statistics Indonesia Nusa Tenggara Barat Province

Pembangunan Wilayah Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat

Rate Our Services at SKD2026

Anda memiliki keluhan mengenai layanan kami? Laporkan langsung ke SP4N Lapor

Home

Product - News and Press Release

Siswa MA Pesantren Sayang Ibu Belajar Langsung Inflasi di BPS NTB

Siswa MA Pesantren Sayang Ibu Belajar Langsung Inflasi di BPS NTB

Siswa MA Pesantren Sayang Ibu Belajar Langsung Inflasi di BPS NTB

February 27, 2026 | Other Activities


MATARAM-Badan Pusat Statistik Provinsi NTB kembali menggelar kegiatan Statistics Meets Student pada Senin (23/2/2026). Kali ini, dihadiri siswa kelas XI Madrasah Aliyah Pesantren Alam Sayang Ibu. Mereka datang memperdalam pemahaman tentang inflasi.

Rombongan siswa yang didampingi empat orang guru tersebut diterima oleh Kepala Bagian Umum BPS Provinsi NTB Akhmad Zammiluny, yang didampingi dua Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi NTB, Lalu Kherli Kusnendar dan H Muhammad Ahyar.

Shulhan Zainul Afkar, perwakilan guru pendamping menyebutkan, ini menjadi kunjungan kedua siswa Pesantren Alam Sayang Ibu ke BPS Provinsi NTB setelah kunjungan serupa tahun lalu. Kegiatan edukatif ini kata dia, telah diprogramkan menjadi agenda tahunan di Pesantren Sayang Ibu. 

“Materi statistik dan inflasi, saat ini menjadi salah satu bab dalam pembelajaran siswa kami yang duduk di kelas XI,” katanya.

Dalam sambutan penerimaan, Kepala Bagian Umum BPS Provinsi NTB menegaskan, kunjungan edukatif seperti ini merupakan ruang belajar terbuka bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat tugas dan fungsi BPS sebagai lembaga penyedia data resmi negara.

“Melalui kegiatan Statistics Meet Student seperti ini, BPS Provinsi NTB berharap literasi statistik di kalangan pelajar semakin meningkat,” kata Kepala Bagian Umum.

Dia menekankan, selain memperluas wawasan tentang inflasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa data memiliki peran penting dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan berbasis bukti.

Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini terkait inflasi. Kepada para siswa, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi NTB memaparkan secara komprehensif mulai dari konsep dasar inflasi, penyebab terjadinya kenaikan harga, hingga metode penghitungan inflasi yang dilakukan BPS melalui Survei Harga Konsumen. Siswa juga diperkenalkan pada istilah Indeks Harga Konsumen (IHK) serta bagaimana data harga dikumpulkan dari berbagai komoditas di pasar yang ada di NTB.

Selain itu, penjelasan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga mengulas bagaimana angka inflasi dimanfaatkan pemerintah sebagai dasar pengambilan kebijakan, termasuk dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Dengan pendekatan yang komunikatif dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, suasana diskusi pun berlangsung interaktif.

Antusiasme siswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mulai dari faktor penyebab fluktuasi harga bahan pokok hingga dampak inflasi terhadap ekonomi keluarga. Diskusi ini memperlihatkan ketertarikan siswa dalam memahami bagaimana data statistik mampu menjelaskan fenomena yang mereka temui sehari-hari.

Sebagai penutup, para siswa berkesempatan berdialog langsung dengan narasumber dan mengenal lebih dekat lingkungan kerja BPS. Kunjungan ini diakhiri dengan melihat dari dekat Pelayanan Statistik Terpadu BPS Provinsi NTB, sehingga melengkapi pengalaman belajar yang memperkaya pemahaman para siswa tentang statistik sebagai ilmu yang aplikatif dan relevan dalam kehidupan. (*)
Badan Pusat Statistik

BPS-Statistics Indonesia

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat

(BPS-Statistics of Nusa Tenggara Barat Province)

Jl. Dr. Soedjono No. 74 Kelurahan Jempong Baru

Kecamatan Sekarbela Kota Mataram

Nusa Tenggara Barat 83116

Telpon: (62-370) 621385

Whatsapp (chat): 6281999952002

Mailbox: [email protected]

logo_footer

Copyright © 2023 BPS-Statistics Indonesia