» Home
Jumat, 25 April 2014
Berita Terkini
Rabu, 2 April 2014 | 11:14:39 WITA

Pada bulan Maret 2014 terjadi deflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima sebesar 0,38 persen. Dari 82 kota yang menghitung IHK, tercatat 45 kota mengalami inflasi dan 37 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,15 persen dan terendah terjadi di Kota Kediri dan Kota Makassar sebesar 0,02 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi terbesar adalah Kota Tual sebesar 2,43 persen dan deflasi terkecil terjadi di Kota Sorong sebesar 0,02 persen.

Deflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima bulan Maret 2014 sebesar 0,38 persen, terjadi karena adanya penurunan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 2,41 persen dan Kelompok Kesehatan sebesar 0,15 persen. Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 1,12 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,26 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,06 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,03 persen dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,00 persen.

Minggu, 23 Maret 2014 | 01:47:51 WITA

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) – semula bernama Akademik Ilmu Statistik (AIS) – merupakan perguruan tinggi kedinasan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1958. STIS kembali memanggil pemuda/pemudi Indonesia yang memiliki minat dan motivasi tinggi untuk dididik menjadi ahli statistika. STIS menyelenggarakan program Diploma IV (D-IV) yang diterapkan dengan sistem paket yang dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS) dan ditempuh selama 4 tahun. STIS memiliki 2 jurusan, yaitu Statistika dan Komputasi Statistik, di mana jurusan Statistika terbagi menjadi 2 bidang peminatan, yaitu Statistika Ekonomi dan Statistika Sosial Kependudukan. Lulusan STIS mendapat sebutan Sarjana Sains Terapan (SST). Tahun Akademik 2014/2015, STIS menerima mahasiswa baru melalui dua jalur, yaitu Jalur Ikatan Dinas dan Jalur Tugas Belajar Instansi Non BPS.

Sabtu, 15 Maret 2014 | 09:48:52 WITA

Pengumuman kelulusan CPNS Honorer K2 BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Nomor 52513.206 yang di tandatangani oleh Kepala BPS Provinsi NTB Drs. Wahyudin, MM tertanggal 13 Maret 2014. Berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor: B/789/M.PAN/2/2014 tanggal 9 Februari 2014 perihal Pengumuman Kelulusan Peserta Seleksi CPNS Tahun 20 13 dari Tenaga Honorer Kategori II. Dengan ini mengumumkan Tenaga Honorer Kategori II yang dinyatakan Lulus Seleksi CPNS Tahun 2013 di unit kerja Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat atas nama: HERI SURIA WIRAWAN, Pekerjaan Supir dengan Penangkatan Honor I tertanggal 1 Januari 2013

 


Kegiatan BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat
Indikator Statistik
Inflasi
Maret 2014
-0,38 %
Luas Wilayah
Tahun 2012
20.153,20 km²
Penduduk
Tahun 2012
4.587.562 Jiwa
Sex Ratio
Tahun 2012
94,46 %
Kepadatan Penduduk
Tahun 2012
228 Jiwa/km²
Rumahtangga
Tahun 2012
1.280.432 Ruta
Laju Pertumbuhan Ekonomi
Tahun 2012
-1,12 %
IPM
Tahun 2012
68,89
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Tahun 2012
66,02 %
Tingkat Kesempatan Kerja
Tahun 2012
94,74 %
Tingkat Pengangguran Terbuka
Tahun 2012
5,26 %
Tahukah Anda
  • Terjadi deflasi di NTB pada bulan Maret, Mei, Oktober dan November tahun 2012
  • Jumlah bank di Provinsi NTB tahun 2012 sebanyak 380 (meningkat 14,8 % dari 2011) yang terdiri dari Bank Umum 265 dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 165.
  • Jumlah Industri Besar sedang di NTB didominasi oleh Kelompok Industri Pengolahan Tembakau, kemudian kedua adalah Kelompok Industri Makanan Minuman
  • Rata-rata penyerapan Tenaga Kerja per perusahaan di Industri Formal sebesar 7,4 orang dan di industri Non Formal sebesar 2,5 orang.
  • Jumlah industri non formal di NTB hampir tujuh kali lipat jumlah industri formal. Sementara penyerapan tenaga kerjanya 2 kali tenaga kerja industri formal
  • Jenis ikan laut yang banyak dihasilkan di NTB adalah Ikan Kembung, Layang dan Tongkol. Sementara produksi Perikanan Darat didominasi oleh udang Vanamei.
  • NTB dikenal sebagai Bumi Gora (Gogo-Rancah) dan merupakan salah satu daerah pemasok stok pangan Nasional
  • Reduksi Shortfall merupakan cerminan upaya peningkatan pembangunan manusia suatu daerah.
  • IPM NTB sudah berada pada kelompok tingkat pembangunan manusia menengah atas
  • Data SDKI tahun 2007, tercatat angka kematian bayi di NTB adalah 71 per 1.000 kelahiran hidup dan rata-rata secara nasional "hanya" 34 kematian bayi.